BRMP Kalimantan Selatan Gelar Rakor Penyuluh untuk Akselerasi Program Kementerian Pertanian
Banjarbaru (brmp-kalsel) – Dalam rangka mempercepat realisasi berbagai program strategis Kementerian Pertanian, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Selatan menggelar rapat koordinasi dan sinkronisasi bersama para penyuluh pertanian se-Kalimantan Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di Banjarbaru tersebut dihadiri sekitar 336 peserta, terdiri dari 200 orang secara luring dan 136 peserta mengikuti secara daring. Rapat koordinasi ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan sektor pertanian, antara lain Kepala Pusat Penyuluhan Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Selatan, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, serta Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Kabupaten Tabalong, bersama para penyuluh pertanian dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Kepala DPKP Provinsi Kalimantan Selatan, Ir. Syamsir Rahman, MS, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya koordinasi dan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian, khususnya dengan para penyuluh yang berada di garda terdepan pendampingan petani. “Tidak boleh ada ego sektoral. Semua pihak harus bekerja bersama untuk mendukung peningkatan produksi dan kesejahteraan petani,” tegas Syamsir.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam mendukung kegiatan penyuluhan pertanian. Menurutnya, bidang penyuluhan tetap dipertahankan dalam struktur dinas beserta dukungan anggarannya sebagai bentuk penguatan peran penyuluh di lapangan.
Lebih lanjut, Syamsir mengungkapkan bahwa kinerja sektor pertanian Kalimantan Selatan menunjukkan capaian yang membanggakan. Pada tahun 2025, produksi padi daerah ini mencapai 1.117 juta ton dan menjadi yang tertinggi di wilayah Kalimantan. Selain itu, indeks ketahanan pangan Kalimantan Selatan juga menempati peringkat pertama secara nasional. “Capaian ini tentu tidak terlepas dari peran besar para penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani di lapangan,” ujarnya. Di akhir sambutannya, ia berpesan agar para penyuluh terus berinovasi dan selalu hadir memberikan solusi bagi petani dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan pertanian.
Sementara itu, Kepala BRMP Kalimantan Selatan, Dr. Wahida Anisa Yusuf, MSc, dalam kesempatan tersebut memaparkan tugas dan fungsi BRMP sebagai unit pelaksana teknis yang berperan dalam penerapan inovasi dan modernisasi pertanian di daerah.
Dalam forum tersebut juga disosialisasikan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Bantuan Pemerintah Lingkup Kementerian Pertanian. Dijelaskan bahwa terdapat dua jalur mekanisme pengusulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk program bantuan pemerintah, yang seluruhnya akan melalui proses verifikasi oleh BRMP.
“Proses verifikasi ini penting untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak optimal bagi petani,” jelas Wahida. Pada sesi diskusi, para penyuluh pertanian menyampaikan berbagai permasalahan yang dihadapi di lapangan, baik yang berkaitan dengan aspek administrasi maupun teknis pelaksanaan program.
Seluruh masukan dan aspirasi yang disampaikan dalam forum tersebut akan ditindaklanjuti guna mencari solusi terbaik bagi kelancaran pelaksanaan program pertanian di daerah. Melalui kegiatan koordinasi ini diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan penyuluh pertanian semakin kuat sehingga percepatan implementasi program pembangunan pertanian dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani di Kalimantan Selatan.